
Menembus Batas: Layanan Kesehatan Gratis Jangkau Masyarakat Adat Kasepuhan di Pelosok Sukabumi
1 Mei 2025
SEKOLAH DI KABUPATEN SUKABUMI MULAI IMPLEMENTASIKAN SATUAN PENDIDIKAN AMAN BENCANA (SPAB)
20 Juni 2025Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Sukabumi bersama Markas Pusat PMI dan Palang Merah Jepang (JRCS) menggelar kegiatan Sosialisasi dan Orientasi Pendidikan Kebencanaan sebagai bagian dari rangkaian program Ketangguhan Masyarakat dan Sekolah yang tengah dilaksanakan di Kabupaten Sukabumi dan Kabupaten Jember, Kamis 08 Mei 2025.
Kegiatan ini menyasar para guru dan warga sekolah sebagai garda terdepan dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang aman dan siaga bencana, khususnya terhadap ancaman gempa bumi dan tsunami yang menjadi risiko nyata di wilayah Sukabumi.
Program ini dirancang untuk memperkuat kapasitas para guru dalam memahami dasar-dasar kebencanaan sebagai upaya perlindungan diri dan keselamatan warga sekolah. Dalam kegiatan ini juga diperkenalkan pendekatan Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) yang bertujuan mengurangi risiko bencana di sekolah secara komprehensif.
“Para guru kami berikan materi tentang jenis-jenis bencana seperti gempa, tsunami, banjir, dan lainnya, serta bagaimana menanggulangi dan menyelamatkan diri saat terjadi bencana. Ini sangat penting, terutama bagi sekolah yang memiliki gedung bertingkat,” ungkap Teuku Awaluddin Kepala Perwakilan Palang Merah Jepang (JRCS) di Indonesia.

Ia menambahkan, kegiatan ini menjadi semakin relevan mengingat dalam beberapa hari terakhir wilayah Sukabumi mengalami peningkatan aktivitas gempa. Oleh karena itu, pihaknya berharap materi SPAB ke depan dapat masuk ke dalam kurikulum sekolah, agar kesadaran dan kesiapsiagaan menjadi budaya yang tertanam sejak dini.
“Program ini tidak berhenti pada orientasi semata, tetapi akan dilanjutkan dengan simulasi evakuasi secara rutin. Harapannya, guru-guru yang telah memahami materi dapat menyalurkan kembali pengetahuan ini kepada siswa dan komunitas sekolahnya,” tambah Awaluddin.
Salah satu peserta pelatihan, Ine Dewi Agustina, guru di salah satu sekolah dasar di Sukabumi, mengaku sangat terbantu dengan pelatihan ini.
“Materinya lengkap dan mudah dipahami. Kami jadi tahu bagaimana melindungi diri, serta bagaimana menyampaikannya kepada murid dengan cara yang menarik dan sesuai usia mereka,” ujarnya dengan antusias.
Program ini menjadi bagian dari komitmen bersama PMI dan JRCS untuk membangun ketangguhan sekolah dan masyarakat dalam menghadapi risiko bencana, melalui edukasi, pelatihan, dan pelibatan aktif semua elemen pendidikan, termasuk pendekatan yang inklusif dan berkelanjutan.
Karena sekolah yang tangguh bukan hanya tentang bangunan yang kuat, tetapi juga tentang manusia yang siap, sadar, dan peduli akan keselamatan bersama.




