
EVAKUASI LANSIA KORBAN TERTEMPER KERETA API JALUR CIBADAK CISAAT
2 Agustus 2025
PMI Kabupaten Sukabumi Gelar Muker II 2025, Rumuskan Strategi Tingkatkan Pelayanan Kemanusiaan
14 Agustus 2025Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Sukabumi melalui dukungan Palang Merah Jepang (Japanese Red Cross Society/JRCS) kembali menggelar Pelatihan Fasilitator Nasional Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) sebagai bagian dari Program School and Community Resilience (SCR). Kegiatan ini berlangsung pada 5–7 Agustus 2025 di Hotel Augusta Pelabuhan Ratu, Kabupaten Sukabumi.

Kepala Perwakilan JRCS untuk Indonesia, Teuku Awaluddin, dalam sambutannya menyampaikan bahwa pelatihan ini merupakan bagian penting dari upaya membangun kesadaran dan kesiapsiagaan sejak dini terhadap risiko bencana.
“Kami berharap seluruh peserta mampu memanfaatkan momen pelatihan ini sebagai bagian dari penguatan kapasitas pendidikan kebencanaan yang kemudian diaplikasikan di sekolah. Sebagai negeri yang memiliki ragam bencana, kita tidak punya pilihan lain selain mendidik generasi penerus bangsa agar memahami pendidikan kebencanaan sebagai upaya kesiapsiagaan dan pengurangan risiko bencana,” ujarnya.
Teuku Awaluddin juga menambahkan bahwa lulusan pelatihan ini diharapkan dapat dimobilisasi oleh PMI dan Seknas SPAB untuk menyebarluaskan pengetahuan dan praktik SPAB ke berbagai daerah di Indonesia.
“Pelatihan ini merupakan lanjutan dari pelatihan daring dan luring sebelumnya yang telah melibatkan lebih dari 700 peserta. Kami akan terus melanjutkan inisiatif ini melalui pelatihan-pelatihan berikutnya,” tambahnya.
Sementara itu, Sekretaris PMI Kabupaten Sukabumi, Gandi Lesmana, yang membuka secara resmi kegiatan ini, dalam sambutannya mengapresiasi penyelenggaraan pelatihan di wilayahnya.

“Kami mengucapkan banyak terima kasih kepada PMI Pusat dan JRCS atas pelaksanaan kegiatan ini. Ini sangat penting dilakukan karena pendidikan kebencanaan harus dimulai dari sekolah, agar anak-anak kita tumbuh dengan pemahaman yang kuat tentang kesiapsiagaan dan mampu bertindak saat bencana terjadi,” ungkapnya.
Dikatakannya Pelatihan ini diikuti oleh 25 peserta yang merupakan perwakilan guru dan relawan dari 9 sekolah sasaran program.
Tujuannya adalah memperkuat kapasitas para pendidik dan relawan dalam mentransformasikan pendidikan kebencanaan di lingkungan sekolah dan masyarakat.
Ia juga menyampaikan harapannya agar para peserta dapat menyebarluaskan ilmu yang diperoleh selama pelatihan.
“Kami berharap ilmu yang diperoleh para peserta selama pelatihan ini bisa bermanfaat dan disebarluaskan, khususnya kepada masyarakat di lokasi program, sebagai bentuk edukasi akan pentingnya membangun kesiapsiagaan bencana di lingkungan sekolah maupun masyarakat,” tambah Gandi.
Kegiatan ini juga dihadiri oleh Wakil Kepala Markas PMI Provinsi Jawa Barat, Oktaviano Sigit Anugrah, serta difasilitasi oleh dua fasilitator nasional yaitu Aliya Kemala dari PMI DKI Jakarta dan Ahmad Habib dari PMI Kabupaten Demak, Jawa Tengah.
Pelatihan ini menjadi langkah lanjutan dalam mewujudkan sekolah dan masyarakat yang tangguh, aman, dan siaga bencana melalui kolaborasi strategis antara PMI dan JRCS.
SUMBER HUMAS PMI




