
Tiga Desa di Kabupaten Sukabumi Dilakukan Kajian Risiko dan Pemetaan Potensi Bencana
23 Juni 2025
PELATIHAN FASILITATOR NASIONAL SPAB BERSAMA GURU DAN RELAWAN PMI
6 Agustus 2025Palang Merah Indonesia – Seorang lansia di Sukabumi, Jawa Barat, tewas tertemper kereta api relasi Sukabumi–Bogor di wilayah Desa Cimahi, Kecamatan Cicantayan, Kabupaten Sukabumi. Korban diduga tidak sempat menghindar saat kereta melintas, hingga tubuhnya terpental beberapa meter dari lokasi kejadian.
Peristiwa nahas ini terjadi pada Sabtu (2/8) siang. Korban diketahui bernama Ade Rahmat (62), warga Kampung Ciawi, Desa Cimahi. Ia sehari-hari dikenal sering berjalan kaki melintasi jalur rel kereta api, yang disebut-sebut sebagai bagian dari terapi penyakit yang dideritanya.
Menurut informasi dari pihak keluarga, korban memang memiliki riwayat penyakit diabetes dan sering berjalan di sekitar lintasan kereta. Diduga, saat kejadian, korban tidak mendengar suara peringatan dari kereta yang datang dari arah Bogor menuju Stasiun Sukabumi.
Akibat kejadian tersebut, korban terpental dan mengalami luka parah hingga akhirnya meninggal dunia di lokasi kejadian. Aparat TNI-Polri yang tiba di lokasi segera mengamankan tempat kejadian perkara (TKP) dan menutup jasad korban. Tak berselang lama, petugas dari Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Sukabumi juga datang dan mengevakuasi jenazah ke Rumah Sakit Sekarwangi sebelum diserahkan kepada pihak keluarga.
“Kami belum tahu pasti bagaimana kejadiannya. Tapi memang, almarhum hampir setiap hari berjalan kaki untuk terapi penyakitnya,” ujar Dedi Haikal, perwakilan keluarga korban.
Sementara itu, Imaniar, relawan PMI Kabupaten Sukabumi, menyampaikan bahwa korban ditemukan dalam kondisi masih berpakaian lengkap dan belum dipindahkan saat pihaknya tiba di lokasi. Beberapa warga yang berada di sekitar TKP sudah mengenali korban sebelum evakuasi dilakukan.
“Saat kami tiba, korban masih tergeletak dan kondisinya cukup mengkhawatirkan. Warga sekitar pun sudah mengenalinya,” jelasnya.
Saat ini, jenazah korban masih berada di rumah sakit menunggu hasil pemeriksaan dari Kepolisian Sektor Cibadak, sebelum dibawa ke rumah duka untuk dimakamkan.




